Aborsi dan Peran Perawat Islam dalam Mencegah Aborsi


Jaman sekarang, banyak sudah kaum remaja yang telah melakukan hubungan badan pranikah sehingga sering membawa dampak negatif bagi kaum remaja perempuan yakni hamil diluar nikah. Untuk menutupi rasa malu atas perbuatan yang mereka lakukan ABORSI adalah jalan yang mereka ambil. Padahal janin yg ada didalam kandungannya itu hasil perbuatannya yg sudah melampaui batas. Tidakkah mereka merasa berdosa jikalau melakukan aborsi. Itu berarti dengan secara tidak langsung sudah menjadi seorang pembunuh.  Saya akan mengulas sedikit tentang aborsi dan bagaimana peran perawat islam mencegahnya perbuatan ABORSI.

Defini Aborsi

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia aborsi didefinisikan terjadinya keguguran janin dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung ituyang biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan).

Pengertian dalam istilah kesehatan aborsi adalah kehamilan setelah tertanamnya telur yang telah dibuahi dalam rahim, yang dikenal juga dengan abortus. Sedangkan pengertian aborsi dalam pandangan islam aborsi yang dilakukan sebelum umur kandungan sebelum 4 minggu diperbolehkan dengan alasan -alasan yang jelas.

Fakta yang Berhubungan dengan Aborsi

Meski pengguguran kandungan yang sering dikenal aborsi dilarang oleh hukum tapi masih banyak kaum hawa yang melakukannya.

“Padahal Jumlah kematian karena aborsi itu melebihi kematian perang manapun, melebihi semua kecelakaan, melebihi semua bunuh diri , melebihi semua pembunuhan di seluruh dunia, dan melebihi segala penyakit”.

Aborsi tidak hanya sekedar masalah medis ataupun masalah kesehatan namun merupakan problem sosial. Di Indonesia yang negaranya mayoritas penganut ajaran islam ternyata banyak yang melakukan perbuatan yang terlarang ini. Data-data pergaulan bebas yang sangat signifikan mencerminkan dianutnya nilai-nilai kebebasan yang sekularistik di Indonesia.

Mengutip hasil survei mengungkapkan ada 42 % remaja yang menyatakan pernah berhubungan seks; 52 % di antaranya masih aktif menjalaninya. Survei ini dilakukan di Rumah Gaul Blok M, melibatkan 117 remaja berusia sekitar 13 hingga 20 tahun. Kebanyakan dari mereka (60 %) adalah wanita. Sebagian besar dari kalangan menengah ke atas yang berdomisili di Jakarta Selatan (www.kompas.com).

Di negara Indonesia secara jelas dilarang keras melakukan aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346 – 349. Bahkan pasal 299 intinya mengancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun kepada seseorang yang memberi harapan kepada seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan.

Aborsi dalam Bidang Kesehatan

Dalam dunia kedokteran ada 3 macam aborsi, yaitu :

1. Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Tahap-tahap abortus spontan meliputi:

  • Abortus Imminens : peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 22 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi (pembukaan) servik. Kehamilan dapat berlanjut.
  • Abortus Insipiens : peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 22 minggu dengan adanya dilatasi servik. Kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit.
  • Abortus Inkomplit : pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 22 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. Sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan.
  • Abortus Komplit : Pada abortus jenis ini, semua hasil konsepsi dikeluarkan sehingga rahim kosong. Biasanya terjadi pada awal kehamilan saat plasenta belum terbentuk. Perdarahan mungkin sedikit dan os uteri menutup dan rahim mengecil. Pada wanita yang mengalami abortus ini, umumnya tidak dilakukan tindakan apa-apa, kecuali jika datang ke rumah sakit masih mengalami perdarahan dan masih ada sisa jaringan yang tertinggal, harus dikeluarkan dengan cara dikuret.
  • Abortus Servikalis: Pengeluaran hasil konsepsi terhalang oleh os uteri eksternum yang tidak membuka, sehingga mengumpul di dalam kanalis servikalis (rongga serviks) dan uterus membesar, berbentuk bundar, dan dindingnya menipis.

2. Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas.

3. Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis.

4. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi.

5. Aborsi terapeutik / Abortus Provocatus therapeuticum adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi             medik. Sebagai contoh: calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang       parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang     matang dan tidak tergesa-gesa (www.genetik2000.com).

Keguguran atau abortus disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

  • Kelainan sel telur ibu, biasanya terjadi di awal kehamilan.
  • Kelainan anatomi organ reproduksi ibu, misalnya mengalami kelainan atau gangguan pada rahim.
  • Gangguan sirkulasi plasenta akibat ibu menderita suatu penyakit, atau kelainan pembentukan plasenta.
  • Ibu menderita penyakit berat seperti infeksi yang disertai demam tinggi, penyakit jantung atau paru yang kronik, keracunan, mengalami kekurangan vitamin berat, dll.
  • Antagonis Rhesus ibu yang merusak darah janin.

Resiko Melakukan Aborsi

Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:

1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:

  • Kematian mendadak karena pendarahan hebat
  • Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
  • Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
  • Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
  • Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya
  • Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
  • Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
  • Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
  • Kanker hati (Liver Cancer)
  • Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
  • Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
  • Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
  • Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

2.  Resiko gangguan psikologis

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.
Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994). Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:

  • Kehilangan harga diri dan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya
  • Berteriak-teriak histeris
  • Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi
  • Ingin melakukan bunuh diri
  • Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang

Aborsi menurut Pandangan Islam

Firman Allah SWT :

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.” (TQS Al An’aam : 151)

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.” (TQS Al Isra` : 31 )

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara’).” (TQS Al Isra` : 33)

Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh.” (TQS At Takwir : 8-9)

Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran yang menyatakan bahwa aborsi boleh dilakukan oleh umat Islam. Sebaliknya, banyak sekali ayat-ayat yang menyatakan bahwa janin dalam kandungan sangat mulia. Dan banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa hukuman bagi orang-orang yang membunuh sesama manusia adalah sangat mengerikan.

Agama Islam sangat menjunjung tinggi kesucian kehidupan. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan umat manusia.”(QS 17:70) tak ada yang boleh menghilangkan nyawa seseorang kecuali dengan alasan-alasan tertentu. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang. Didalam agama Islam, setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain, memiliki dampak yang sangat besar. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32)

Aborsi adalah membunuh. Membunuh berarti melawan terhadap perintah Allah. Membunuh berarti melakukan tindakan kriminal. Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)

Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan aborsi. Bahkan dalam kasus hamil diluar nikah sekalipun, Nabi sangat menjunjung tinggi kehidupan. Hamil diluar nikah berarti hasil perbuatan zinah. Hukum Islam sangat tegas terhadap para pelaku zinah. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW – seperti dikisahkan dalam Kitab Al-Hudud – tidak memerintahkan seorang wanita yang hamil diluar nikah untuk menggugurkan kandungannya. Nabi Muhammad menunggu bayi  tersebut melahirkan dan menyuruh wanita itu menyusui anaknya selama 2 tahun. Dan baru wanita tersebut dihukum rajam sampai mati.

Haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan), Rasulullah SAW telah bersabda :“Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’, kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula, kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula, kemudian ditiupkan ruh kepadanya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi). Maka dari itu, aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram, karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar’i berikut.

Tidak ada kehamilan yang merupakan “kecelakaan” atau kebetulan. Setiap janin yang terbentuk adalah merupakan rencana Allah. Allah menciptakan manusia dari tanah, kemudian menjadi segumpal darah dan menjadi janin. Semua ini tidak terjadi secara kebetulan. Al-Quran mencatat firman Allah: “Selanjutnya Kami dudukan janin itu dalam rahim menurut kehendak Kami selama umur kandungan. Kemudian kami keluarkan kamu dari rahim ibumu sebagai bayi.” (QS 22:5) Dalam ayat ini ditekankan akan pentingnya janin dibiarkan hidup “selama umur kandungan”. Jadi, Tidak ada ayat yang mengatakan untuk mengeluarkan janin sebelum umur kandungan apalagi membunuh janin secara paksa.

Peran Perawat Islam dalam Mencegah Aborsi

Sebagai perawat kita harus punya rasa emphaty dan sensitifitas yang tinggi. Kita tidak boleh membiarkan banyak nyawa dibunuh sia-sia.  Janin yang dihasilkan oleh mereka-mereka yang melakukannya tanpa sebuah ikatan tidak patut dibunuh karena mereka adalah manusia yang tidak bersalah, tidak mengerti apa-apa. Kita sebagai perawat islam dapat mencegah perbuatan aborsi dengan beberapa acara

  1. Mulai dari diri sendiri tanam kan konsep bahwa  ABORSI itu HARAM.
  2. Kita tidak boleh membantu orang-orang yang ingin melakukan ABORSI.
  3. Kita harus memberitahu pada mereka-mereka yang ingin melakukan ABORSI bahwa ABORSI itu tidak saja haram tapi juga membahayakan nyawa wanita yang ingin ABORSI contohnya: wanita tersebut bisa kanker serviks, atau mengalami trauma.
  4. Kita harus membuat mereka sadar bahwa sanya nyawa yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka adalah suatu berkah yang titipan, dan tidak sepatutnya mereka bunuh begitu saja nyawa yang tidak berdosa.
  5. ABORSI itu berpuatan dosa besar yang sangat dilaknat oleh Allah SWT. Jadi kita harus memberitahu mereka, jangan hanya membiarkan mereka melakukan aborsi. Karena sebagai perawat islam kita harus care kepada mereka. Kita harus beritahu aborsi itu dosa, dan dosa dapat berakhir di neraka.
  6. Sebagai perawat islam kita lebih baik memberitahu kepada mereka yang ingin melakukan aborsi bahwa aborsi tidak baik, berdosa, dan dosanya sampai pada tujuh turunan mereka, tunujukan dan arahkan mereka pada jalan yang benar.

Jadi wahai teman-teman janganlah melakukan seks bebas, jangan lakukan aborsi, cintailah nyawa yang telah dititipkan tuhan, karena nyawa itu lahir karena takdir Allah juga.

Referensi

http://www.aborsi.org/

http://www.aborsi.org/hukum-aborsi.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Gugur_kandungan

http://www.lbh-apik.or.id/fact-32.htm

http://konsultasi.wordpress.com/2007/01/18/aborsi-dalam-pandangan-hukum-islam/

http://www.kompas.com

http://www.genetik2000.com



Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.